Purnamasidi Tekankan Pentingnya Penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Fraksi Golkar DPR RI
Purnamasidi Tekankan Pentingnya Penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional Muhamad Nur Purnamasidi, Anggota Fraksi Partai Golkar di DPR dan MPR RI saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik tentang Pendidikan Pancasila di Tangerang, (16/9), Foto: kabarjelas.com

Purnamasidi Tekankan Pentingnya Penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional

Jakarta – Fraksi Partai Golkar MPR RI kembali membuka ruang diskusi mengenai penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui diskusi publik bertajuk “Pancasila sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional”. Kegiatan tersebut digelar di Tangerang Selatan, Kamis (17/9/2026).

Diskusi menghadirkan Wakil Sekretaris Fraksi Partai Golkar MPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi, sebagai salah satu narasumber yang mewakili unsur legislator. Dalam kesempatan itu, sosok yang akrab disapa Bang Pur tersebut menguraikan pentingnya menempatkan Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bang Pur menegaskan bahwa Pancasila tidak semestinya hanya dipahami sebagai simbol negara. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila perlu dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam membentuk pola pikir, menentukan sikap, serta mengambil keputusan.

“Pendidikan Pancasila perlu bergerak menuju pengalaman, pembiasaan, refleksi, dan tindakan nyata,” tegas Bang Pur di hadapan para peserta diskusi.

Ia kemudian menyinggung perjalanan pendidikan karakter di Indonesia yang telah mengalami berbagai perubahan nomenklatur. Pendidikan Moral Pancasila (PMP) sebelumnya berkembang menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), sebelum kemudian kembali menggunakan nomenklatur Pendidikan Pancasila.

Menurut Bang Pur, perubahan tersebut seharusnya tidak berhenti pada pergantian nama mata pelajaran. Pembaruan juga diperlukan dalam metode pembelajaran agar pendidikan Pancasila mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungan sosial dan karakter generasi saat ini.

Tantangan tersebut semakin besar seiring perubahan ruang interaksi anak-anak dan generasi muda. Jika sebelumnya proses pendidikan banyak berlangsung melalui sekolah dan keluarga, kini ruang digital menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari dan menghadirkan lingkungan interaksi yang jauh lebih luas.

“Guru saat ini tidak cukup hanya menguasai materi Pancasila, tetapi perlu memiliki kemampuan pedagogis untuk menyesuaikan dialog, debat, studi kasus, dan refleksi moral di dunia digital,” jelasnya.

Melalui diskusi publik tersebut, Fraksi Golkar MPR RI mendorong terbentuknya kesadaran bersama mengenai pentingnya penguatan pendidikan Pancasila. Upaya tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang lebih tangguh sekaligus memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam kehidupan. Dengan demikian, pendidikan Pancasila tidak hanya menjadi materi pembelajaran untuk kepentingan ujian, tetapi dapat tumbuh sebagai fondasi dalam membentuk sikap dan perilaku generasi bangsa.

Share: