Agun Gunandjar: LCC Empat Pilar Bukan Sekadar Adu Cerdas, tetapi Tanamkan Cinta Tanah Air

  1. Beranda
  2. Berita
  3. BADAN - BADAN DPR RI
Agun Gunandjar: LCC Empat Pilar Bukan Sekadar Adu Cerdas, tetapi Tanamkan Cinta Tanah Air Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Dr. Tr. Agun Gunandjar Sudarsa saat menghadiri Semifinal LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Jakarta, (26/8), Foto: mpr.go.id

Agun Gunandjar: LCC Empat Pilar Bukan Sekadar Adu Cerdas, tetapi Tanamkan Cinta Tanah Air

Jakarta – Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Agun Gunandjar Sudarsa menilai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menjadi salah satu metode efektif untuk menanamkan pemahaman nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Menurutnya, pendekatan interaktif melalui perlombaan relevan diterapkan di tengah perkembangan era digital.

Agun mengatakan, metode sosialisasi melalui kompetisi seperti LCC perlu terus dipertahankan dan dikembangkan. Selain memberikan ruang pembelajaran yang lebih menarik, cara tersebut dinilai mampu meningkatkan minat generasi muda dalam memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI.

"Ini adalah salah satu metode yang memang sejak dahulu kita rancang. Ketika masuk ke era digital, sudah banyak implementasi metode sosialisasi Empat Pilar ini yang justru akan semakin menarik minat anak-anak generasi muda," ujar Agun, Jumat (28/8/26).

Pernyataan itu disampaikan Agun saat menghadiri Semifinal LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Pustaloka, Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8).

Menurutnya, pelaksanaan LCC Empat Pilar tidak sekadar menguji kemampuan peserta dalam menghafal materi mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Para peserta juga didorong untuk memahami serta mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan berbagai persoalan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Agun menilai metode pembelajaran yang dikemas secara interaktif jauh lebih efektif dalam menarik perhatian generasi muda dibandingkan pendekatan satu arah melalui ceramah atau kuliah.

"Kalau hanya dengan model ceramah, kuliah gitu, jenuhlah mereka. Tetapi dengan metode LCC Empat Pilar MPR RI ini mereka semakin tertarik," jelasnya.

Ia pun mengapresiasi kemampuan para peserta dalam menjawab berbagai pertanyaan yang semakin aplikatif. Melalui soal-soal berbasis studi kasus, peserta tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menganalisis persoalan aktual dengan menggunakan landasan hukum dan nilai-nilai kebangsaan.

"Tidak hanya sekedar menghapal, tapi dikorelasikan dengan praktek-praktek ketatanegaraan yang terjadi hari ini seperti soal pilkada, kebijakan ekonomi, pembangunan demokrasi, supremasi hukum, dan independensi. Tidak hanya sekedar normatif diatur dalam undang-undang dasar, tapi juga bagaimana dalam praktek. Mereka sudah mampu menjawab," katanya.

Lebih lanjut, Agun menegaskan bahwa tujuan utama LCC Empat Pilar bukan semata-mata menentukan peserta yang menang atau kalah. Kompetisi tersebut, kata dia, merupakan sarana untuk memperkuat karakter kebangsaan, kecintaan terhadap Tanah Air, serta pemahaman generasi muda mengenai identitas dan jati diri bangsa.

"Kalau dalam perlombaan sudah pasti ada pemenang, ada yang kalah. Tapi bukan soal menang kalah, justru yang terpenting dan utama adalah menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, menguasai tentang identitas jati diri bangsanya, itu yang lebih utama," tegasnya.

Menurut Agun, penerapan nilai-nilai luhur Pancasila juga dapat terlihat selama berlangsungnya kompetisi. Para peserta menunjukkan sikap saling menghargai, menerima perbedaan, terbuka terhadap koreksi, serta menghormati keputusan yang telah ditetapkan secara objektif.

"Bisa kita lihat dari pertama, mereka saling menghargai, menerima perbedaan, saling koreksi. Dan mereka objektif, kalau sesuatu memang sudah diputuskan, mereka patuh, dan itu dalam praktik LCC Empat Pilar MPR RI tercapai tujuan kita," ungkapnya.

Agun berharap penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk melahirkan pelajar berprestasi secara akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat dan mampu menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Share: