Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin
Nurul Arifin Dorong Sinergi TNI-Polri Bantu Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda
Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin mendorong penguatan koordinasi lintas institusi dalam operasi pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
Menurut Nurul, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memiliki peran utama dalam operasi pencarian dan pertolongan. Namun, dalam situasi darurat, keterlibatan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, dan institusi terkait lainnya, diperlukan untuk memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan.
“Pertama tugas pencarian orang hilang di wilayah bencana adalah SAR dan Basarnas,” kata Nurul saat dihubungi wartawan, Rabu (9/9/26).
Ia menekankan pentingnya koordinasi yang cepat dan efektif antarinstansi agar operasi pencarian dapat berjalan optimal, terutama ketika menyangkut keselamatan jiwa.
"Dalam situasi yang diperlukan tentu saja TNI dan Polri dan semua institusi yang terkait dengan orang hilang dapat berkordinasi untuk menemukan dan menyelamatkan mereka yang hilang,” sambungnya.
Politikus Partai Golkar itu berharap operasi pencarian gabungan yang sedang berlangsung dapat segera membuahkan hasil. Ia juga mendoakan agar kelima jurnalis yang hilang kontak dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
"Harapan saya kelima jurnalis yang hilang dari kontak, dapat segera ditemukan dan semua dalam keadaan sehat,” tuturnya.
Selain mendorong percepatan pencarian, Nurul turut menyoroti pentingnya mitigasi risiko dan keselamatan bagi awak media yang bertugas meliput peristiwa bencana maupun situasi krisis.
Ia mengingatkan bahwa Dewan Pers telah memiliki pedoman khusus mengenai keselamatan wartawan dalam melakukan peliputan di wilayah atau kondisi yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Sudah ada peraturan Dewan Pers tentang peliputan di wilayah bencana, Peraturan Dewan Pers No. 03/Peraturan-DP/IV/2024,” ungkap Nurul.
Menurutnya, aspek keselamatan harus menjadi perhatian sejak sebelum jurnalis berangkat ke lokasi, selama berada di lapangan, hingga dalam menjalankan etika peliputan. Persiapan dan perlindungan diri menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas jurnalistik di kawasan bencana.
“Sebelum berangkat, saat berada di lokasi, dan etika dalam peliputan. Di atas semua itu keselamatan jurnalis harus diutamakan,” pungkasnya.
Nurul berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat koordinasi dalam operasi pencarian, sekaligus menjadikan keselamatan jurnalis sebagai perhatian utama dalam setiap peliputan di wilayah bencana dan situasi berisiko tinggi.
