Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Franciscus Sibarani Salurkan Bantuan Masker dan Oksigen ke Rutan Mempawah

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI XIII
Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Franciscus Sibarani Salurkan Bantuan Masker dan Oksigen ke Rutan Mempawah Anggota Komisi XIII DPR RI, Franciscus Sibarani saat memberikan bantuan ke Rutan Kelas IIB Mempawah, (23/10). Foto: zonakalbar.com

Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Franciscus Sibarani Salurkan Bantuan Masker dan Oksigen ke Rutan Mempawah

Jakarta – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Franciscus Sibarani, menyalurkan bantuan berupa masker dan tabung oksigen portabel kepada Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mempawah, Jumat (23/10/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian terhadap dampak kabut asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam kunjungannya, Sibarani menyampaikan keprihatinan atas kondisi kabut asap yang berisiko mengganggu kesehatan warga binaan dan petugas rutan. Ia menilai, upaya perlindungan kesehatan perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi warga binaan yang memiliki keterbatasan untuk menghindari paparan asap secara mandiri.

“Kabut asap akibat karhutla menjadi persoalan kesehatan yang harus kita perhatikan bersama. Warga binaan dan petugas sama-sama membutuhkan perlindungan agar tetap sehat dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Sibarani.

Menurutnya, bantuan masker dan oksigen portabel diharapkan dapat menunjang kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap di lingkungan rutan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari perhatian terhadap keselamatan warga binaan maupun petugas yang tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi karhutla.

Pada kesempatan itu, Sibarani turut menyampaikan apresiasi kepada Kepala Rutan Kelas IIB Mempawah, Ade Rusman, beserta seluruh jajaran yang terus menjalankan tugas pelayanan pemasyarakatan di tengah tantangan akibat kabut asap.

Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap penyelenggaraan layanan pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas kelembagaan, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan hak warga binaan.

Karena itu, Sibarani mendorong penguatan koordinasi antarpihak agar dampak karhutla dapat direspons secara cepat dan tepat. Menurutnya, langkah penanganan perlu memperhatikan kondisi seluruh pihak yang terdampak, termasuk warga binaan dan petugas di lingkungan rutan.

“Harapan kita, warga binaan dan seluruh petugas tetap sehat dan terlindungi. Penanganan karhutla harus memperhatikan keselamatan semua pihak, termasuk mereka yang berada di dalam rutan,” pungkas Sibarani.

Share: