Prabowo-Bahlil Bahas Listrik Desa dan Perkembangan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

  1. Beranda
  2. Berita
  3. EKSEKUTIF / KABINET
Prabowo-Bahlil Bahas Listrik Desa dan Perkembangan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Menko Hilirisasi dan Transisi Energi / Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pada awak media, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, (29/10). Foto: ANTARA

Prabowo-Bahlil Bahas Listrik Desa dan Perkembangan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk membahas perkembangan program listrik desa serta pembangunan industri baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL dan Antam.

Pertemuan tersebut membahas upaya pemerintah memperluas pemerataan akses energi bagi masyarakat sekaligus mempercepat hilirisasi guna memperkuat industri nasional.

Bahlil mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut dirinya menyampaikan laporan mengenai perkembangan program elektrifikasi desa. Berdasarkan data yang disampaikannya, masih terdapat hampir 11 ribu desa dan dusun di Indonesia yang belum menikmati akses listrik.

Sebagai bagian dari upaya mempercepat pemerataan elektrifikasi, pemerintah tengah mempersiapkan peresmian sejumlah titik dalam program listrik desa. Sebanyak 1.413 titik dijadwalkan akan diresmikan dalam waktu dekat.

“Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini,” ujar Bahlil kepada awak media di Jakarta, Kamis.

Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperluas jangkauan layanan listrik, terutama bagi masyarakat di wilayah yang selama ini belum mendapatkan akses energi secara memadai.

Selain membahas elektrifikasi desa, Bahlil juga melaporkan perkembangan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kolaborasi perusahaan asal Tiongkok, CATL, dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Ia menyebut fasilitas industri tersebut telah memasuki tahap produksi dan direncanakan segera diresmikan.

“Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” kata Bahlil.

Pabrik baterai tersebut sebelumnya telah menjalani peletakan batu pertama yang dilakukan Presiden Prabowo sekitar satu tahun lalu. Kini, fasilitas itu menjadi bagian dari pengembangan industri baterai kendaraan listrik yang terus diperkuat di Indonesia.

Bahlil menjelaskan, Indonesia telah memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung industri baterai kendaraan listrik. Ia menyebut tiga fasilitas utama, yakni pabrik baterai milik Hyundai, fasilitas yang telah diresmikan di Halmahera dengan investasi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), serta pabrik hasil kerja sama CATL dan Antam.

Keberadaan berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi. Ekosistem ini mencakup seluruh tahapan produksi, mulai dari kegiatan pertambangan, pengolahan mineral, hingga pembuatan sel baterai.

Menurut Bahlil, pengembangan rantai produksi dari hulu hingga hilir merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan sumber daya mineral tidak hanya berhenti pada kegiatan penambangan dan penjualan bahan mentah, tetapi juga dikembangkan menjadi produk industri bernilai ekonomi lebih tinggi.

“Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi,” tutur Bahlil.

Pemerintah terus mendorong percepatan hilirisasi sebagai salah satu strategi memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang investasi. Pengembangan industri baterai kendaraan listrik diharapkan dapat memperbesar peran Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik.

Melalui pembahasan kedua program tersebut, pemerintah berupaya menjalankan agenda pembangunan secara beriringan, yakni memperluas akses listrik bagi masyarakat yang belum terlayani dan memperkuat industri berbasis sumber daya alam melalui pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.

Share: