Menko Bahlil Fokus Benahi Distribusi BBM di Sumatera hingga Sulawesi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. EKSEKUTIF / KABINET
Menko Bahlil Fokus Benahi Distribusi BBM di Sumatera hingga Sulawesi Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia memberi keterangan usai memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, (19/10). Foto: ANTARA

Menko Bahlil Fokus Benahi Distribusi BBM di Sumatera hingga Sulawesi

Jakarta – Pemerintah memperkuat upaya pembenahan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke berbagai wilayah Indonesia, terutama Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Langkah ini dilakukan setelah pasokan BBM di Bali berangsur pulih dari gangguan distribusi yang sempat menyebabkan penurunan cadangan.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah memastikan penyaluran BBM berjalan lebih lancar agar kebutuhan masyarakat di berbagai daerah tetap terpenuhi.

“Sekarang distribusinya yang kita perlancar," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin.

Bahlil menjelaskan, kendala penyaluran BBM di Bali menjadi bahan evaluasi pemerintah, terutama terkait pengelolaan logistik dan kelancaran transportasi laut. Saat itu, keterlambatan kedatangan kapal pengangkut dari Jawa menyebabkan cadangan BBM di Bali sempat turun hingga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 3–4 hari.

Setelah jumlah armada kapal ditambah, kondisi pasokan berangsur membaik. Cadangan BBM di Bali kini kembali berada pada kisaran 11–12 hari.

Menurut Bahlil, gangguan tersebut merupakan persoalan teknis dalam pengelolaan arus logistik Pertamina. Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya mengatasi kendala distribusi merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani secara serius.

"Tapi, apa pun itu, masih bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama," ujarnya.

Selain Bali, pemerintah juga mengevaluasi hambatan penyaluran BBM di sejumlah wilayah lainnya. Dalam rapat terkait distribusi energi, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri melaporkan adanya kendala pengiriman di beberapa daerah di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

Di sejumlah wilayah tersebut, distribusi BBM selama ini mengandalkan kapal yang melintasi jalur sungai. Namun, kondisi cuaca yang menyebabkan pendangkalan sungai menghambat operasional kapal berukuran besar sehingga pengiriman tidak dapat berjalan optimal.

Sebagai langkah penanganan, penyaluran BBM di wilayah terdampak mulai dialihkan melalui jalur darat. Meski menjadi alternatif untuk menjaga pasokan, jalur tersebut membutuhkan waktu tempuh yang relatif lebih panjang.

Bahlil memastikan pemerintah akan mengupayakan berbagai langkah agar hambatan serupa tidak kembali mengganggu distribusi energi kepada masyarakat.

"Kita akan melakukan maksimal agar hal-hal yang tidak diinginkan itu tidak terjadi lagi," ucap dia.

Untuk mengantisipasi kendala logistik dan mempercepat penyaluran BBM antardaerah, Bahlil meminta Pertamina meningkatkan jumlah armada pengangkut. Penambahan kapal sebelumnya telah dilakukan untuk mengatasi gangguan pasokan di Bali, yang kini mulai menunjukkan perbaikan dengan berkurangnya antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pemerintah selanjutnya akan mendorong perbaikan sistem distribusi secara berkelanjutan, termasuk menyesuaikan moda transportasi dengan kondisi geografis setiap wilayah. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan cadangan BBM sekaligus memastikan penyaluran energi berlangsung tepat waktu dan menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia.

Share: