Dadang M. Naser dan Pupuk Indonesia Gelar Bimtek Penyaluran Pupuk Bersubsidi bagi Kelompok Tani

  1. Beranda
  2. Berita
  3. DAERAH PEMILIHAN
Dadang M. Naser dan Pupuk Indonesia Gelar Bimtek Penyaluran Pupuk Bersubsidi bagi Kelompok Tani Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Dapil Jabar II, Dadang M. Naser (ke-2 dari kiri) saat menggelar Bimtek Penyaluran Pupuk Bersubsidi bagi Kelompoo Tani di Kanupaten Bandung, (31/10).

Dadang M. Naser dan Pupuk Indonesia Gelar Bimtek Penyaluran Pupuk Bersubsidi bagi Kelompok Tani

Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dapil Jawa Barat II, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol., bekerja sama dengan Pupuk Indonesia menggelar bimbingan teknis (bimtek) terkait akses dan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi bagi kelompok tani. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Asri, Jalan Raya Pacet, Desa Cipeujeuh, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Sabtu (31/10/26).

Bimtek ini diikuti sejumlah kelompok tani dari Kecamatan Pacet dan Kecamatan Kertasari. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para petani mengenai prosedur dan persyaratan untuk memperoleh pupuk bersubsidi agar penyalurannya berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta dapat memenuhi kebutuhan petani.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang M. Naser memaparkan pentingnya pemahaman terhadap mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi. Ia menegaskan bahwa pupuk bersubsidi merupakan hak petani yang harus dapat diakses dengan mudah tanpa menghadapi kendala yang berlarut-larut.

Ia juga mengimbau para petani agar segera menyampaikan laporan apabila menemukan hambatan dalam proses mendapatkan pupuk bersubsidi. Dengan demikian, persoalan yang dihadapi dapat ditindaklanjuti dan dicarikan penyelesaian melalui koordinasi bersama pihak terkait.

Selain membahas mekanisme distribusi, Dadang turut menyoroti ketersediaan pupuk untuk mendukung kebutuhan pertanian. Menurutnya, pupuk Phonska Gresik mendapatkan respons positif dari kalangan petani. Begitu pula dengan pupuk NPK Gresik yang tahun ini telah tersedia untuk menunjang kebutuhan tanaman hortikultura maupun padi.

Ia menyampaikan bahwa kondisi harga dan pasokan pupuk saat ini dinilai semakin baik. Ketersediaan pupuk telah menjangkau masyarakat, sementara stok untuk menghadapi musim tanam juga sudah disiapkan. Proses distribusi pun masih terus berlangsung guna memastikan kebutuhan petani terpenuhi.

Tidak hanya persoalan pupuk, Dadang juga mengangkat sejumlah aspek pendukung sektor pertanian, di antaranya kebutuhan mobil laboratorium dan alat-alat pertanian. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian.

Dalam aspek lingkungan, ia turut mendorong pelestarian kawasan hutan melalui penerapan pola agroforestri. Pendekatan ini diharapkan mampu menyelaraskan aktivitas pertanian dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

Sementara itu, terkait pendataan Destil, Dadang menekankan perlunya penggabungan sistem elektronik dengan keterlibatan perangkat kewilayahan, khususnya RT dan RW. Sinergi kedua pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan pendataan yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Ia juga berharap Koperasi Merah Putih dapat mengambil peran lebih besar dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk membuka kesempatan bagi warga untuk terlibat dalam rantai penyaluran pupuk bersubsidi. Dengan begitu, akses pupuk diharapkan semakin dekat dengan petani dan distribusinya dapat berlangsung lebih efektif.

Melalui kegiatan bimtek ini, Dadang berharap koordinasi antara petani, pemerintah, Pupuk Indonesia, serta kelembagaan ekonomi masyarakat semakin kuat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Share: