Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini
Waka Komisi IX DPR RI Minta Kasus Keracunan MBG Tak Terulang di Era Kepemimpinan Baru BGN
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, berharap insiden keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak kembali terjadi setelah pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional. Harapan tersebut disampaikan menyusul penunjukan Nanik S Deyang sebagai kepala BGN yang baru.
Menurut Yahya, berbagai kasus keracunan yang muncul selama pelaksanaan program MBG menjadi indikasi bahwa pengawasan di lapangan masih belum berjalan optimal.
"Saya berharap di bawah kepemimpinan Kepala BGN yang baru tidak terjadi lagi kasus keracunan (zero accident)," ujar Yahya kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).
Ia menegaskan bahwa penguatan sistem pengawasan harus menjadi prioritas utama bagi pimpinan baru BGN. Banyaknya insiden yang terjadi, kata Yahya, menunjukkan masih adanya celah dalam pelaksanaan maupun pengendalian program di lapangan.
"Salah satu kelemahan selama ini lemahnya koordinasi dengan kementerian/lembaga serta dengan pemda. Terutama dalam melakukan pengawasan. Banyaknya kasus keracunan menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan," kata Yahya.
Selain pengawasan, Yahya menilai ada tiga aspek penting yang perlu mendapat perhatian khusus dari Nanik. Pertama adalah pembenahan tata kelola lembaga, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran dan implementasi program MBG.
"Kepala BGN yang baru perlu memberi perhatian pada perbaikan tata kelola. Tata kelola ini terkait dengan penggunaan anggaran dan perbaikan tata kelola MBG," ungkap politikus dari Partai Golkar tersebut.
Kedua, ia menyoroti pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten di seluruh lini pelaksana program.
"Disiplin dalam pelaksanaan standar operasional dan diawasi secara ketat dan disiplin," ucap dia.
LKetiga, Yahya mendorong peningkatan koordinasi antara BGN dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah agar pengawasan program dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Di sisi lain, Yahya memberikan apresiasi atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang melakukan pergantian pimpinan BGN. Ia menilai Nanik merupakan sosok yang tepat untuk memimpin lembaga tersebut karena memiliki pemahaman yang mendalam mengenai berbagai tantangan dalam pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, pengalaman Nanik dalam melakukan pengawasan dan kunjungan langsung ke berbagai daerah menjadi modal penting untuk memperbaiki kinerja BGN ke depan.
"Beliau orang yang sangat paham masalah yang dihadapi BGN dan Program MBG selama ini. Beliau banyak melakukan pengawasan dan banyak turun ke daerah sehingga sangat memahami seluk-beluk masalah yang dihadapi dalam program MBG," pungkas Yahya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan melakukan restrukturisasi pimpinan BGN dengan mengganti Kepala BGN sebelumnya, Dadan Hindayana, serta dua wakil kepala, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Dalam menjalankan tugasnya, Nanik akan didampingi oleh Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai wakil kepala.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa keputusan pergantian pimpinan tersebut diambil setelah Presiden melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BGN selama sekitar satu setengah tahun terakhir.
“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.
