Anggota Komisi XIII DPR RI Saatu membuka Gerakan Kebajikan Relawan Pancasila di Cianjur, (28/7).
Isfhan Taufik Munggaran Buka Gerakan Kebajikan Relawan Pancasila di Cipanas: Pancasila Tak Butuh Panggung Besar
Cianjur — Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, membuka kegiatan Gerakan Kebajikan Relawan Pancasila Kabupaten Cianjur di Palace Hotel Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Selasa (28/7/26). Kegiatan ini digagas bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan turut dihadiri Kepala Biro Fasilitasi Pimpinan, Hubungan Masyarakat, dan Administrasi BPIP, Dr. Mahnan Marbawi, M.A., dan Ketua Umum PP Majelis Dakwah Islamiyah Kabupaten Cianjur, Dr. (H.C.) H. M. Choirul Anam MZD, serta masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Isfhan menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempatkan penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM sebagai misi pertama dari delapan misi Asta Cita. "Bukan misi ketiga, bukan misi kelima, tetapi misi pertama," ujarnya, seraya menambahkan bahwa ekonomi dan infrastruktur bisa tumbuh, tetapi jika akhlak dan nilai kebangsaan runtuh, semua capaian itu kehilangan makna.
Isfhan kemudian memaparkan data yang menjadi dasar kegiatan tersebut. Ia menyebut, sejak Oktober 2024 hingga kini, tercatat ratusan kasus di Kabupaten Cianjur yang dinilai melanggar nilai- nilai Pancasila, mulai dari kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan, tawuran antarkelompok, kekerasan yang berujung pembunuhan, hingga minimnya infrastruktur di sejumlah desa. "Bila kita telusuri satu per satu melalui kacamata lima sila, gambarannya menjadi semakin jelas," katanya.
Ia menegaskan, data tersebut disampaikan bukan untuk membuat masyarakat berkecil hati, melainkan sebagai bentuk keberanian menghadapi kenyataan alih-alih menutup mata. Menurutnya, Gerakan Kebajikan Relawan Pancasila bukan proyek satu musim yang selesai begitu acara ditutup, melainkan ajakan agar setiap peserta menjadi penyambung nilai Pancasila di lingkungannya masing- masing, mulai dari keluarga, RT dan RW, sekolah, hingga pasar dan tempat kerja.
Di penghujung sambutan, Isfhan mengingatkan bahwa "Pancasila tidak pernah membutuhkan panggung yang besar untuk hidup," cukup hadir dalam cara menyapa tetangga, mendidik anak di rumah, dan menyelesaikan perbedaan pendapat tanpa kekerasan. Ia lalu menyatakan kegiatan tersebut resmi dibuka.
Isfhan menegaskan, program ini tidak akan berhenti pada seremoni pembukaan semata, melainkan akan terus dipantau melalui pembinaan berkelanjutan bagi para relawan yang telah dibentuk. Kegiatan di Palace Hotel Cipanas ini menjadi rangkaian pembuka dari dua kegiatan serupa yang digelar berdekatan, sebelum berlanjut ke Cordela Suites Cianjur pada Rabu (29/7/2026) dengan cakupan peserta lintas agama dan lintas etnis yang lebih luas
