Apresiasi Pidato Presiden Prabowo: Pembangunan Harus Berkesinambungan Hingga 20-30 Tahun

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI V
Apresiasi Pidato Presiden Prabowo: Pembangunan Harus Berkesinambungan Hingga 20-30 Tahun Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, sesaat setelah dilaksanakannya Sidang Bersama MPR di Gedung Nusantara II, Jakarta, (14/8).

Apresiasi Pidato Presiden Prabowo: Pembangunan Harus Berkesinambungan Hingga 20-30 Tahun

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah menilai arah pembangunan nasional yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI 2026 menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusia, selain penguatan infrastruktur.

Menurut Musa, berbagai program yang telah dijalankan pada 2026 maupun agenda pembangunan yang direncanakan untuk 2027 memiliki arah yang positif. Ia menyoroti sejumlah sektor, mulai dari pendidikan, infrastruktur, kesehatan, hingga upaya perlindungan masyarakat di wilayah pesisir.

"Setelah mendengar tadi apa yang disampaikan Pak Presiden, baik apa yang sudah dilaksanakan di tahun 2026 dan juga apa yang akan direncanakan melaksanakan pembangunan di tahun 2027, saya melihat sangat baik rencana kerja pembangunan," kata Musa Rajekshah, Jumat (14/8/26).

Politisi Partai Golkar itu mengatakan pembangunan nasional tidak seharusnya hanya berfokus pada pembangunan fisik. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, merupakan bagian penting yang harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur.

Salah satu hal yang mendapat perhatian Musa adalah rencana pemerintah menghadirkan sekolah unggulan serta pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan.

"Tidak hanya bicara infrastruktur, tapi juga sumber daya manusia dari mulai generasi ke depan, sekolah unggulan dan sekolah gratis bagi rakyat-rakyat kita yang tidak mampu tapi mempunyai keinginan bersekolah," ujarnya.

Infrastruktur Mulai Buka Akses Masyarakat

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, Musa turut mengapresiasi pembangunan infrastruktur yang mulai membuka akses masyarakat di sejumlah daerah.

Ia mengatakan masih terdapat wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses, baik untuk membawa hasil komoditas maupun untuk menjangkau sekolah dan fasilitas umum. Namun, kondisi tersebut secara bertahap mulai mengalami perbaikan melalui pembangunan infrastruktur.

Musa menyadari berbagai pembangunan tersebut belum seluruhnya rampung. Karena itu, ia mendorong agar proses pembangunan dilakukan secara berkelanjutan hingga kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah dapat terpenuhi.

"Ini sudah mulai banyak pembangunan walaupun belum seluruhnya selesai, tapi ini akan bertahap terus untuk penyelesaian," tegasnya.

Selain infrastruktur, Musa juga memberikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah pada sektor kesehatan. Ia menyoroti rencana peningkatan kualitas pelayanan puskesmas di berbagai daerah serta pembangunan laboratorium kesehatan.

"Juga dalam pelayanan kesehatan yang akan diperbaikin puskesmas-puskesmas di seluruh daerah dan juga membuat laboratorium kesehatan di setiap kabupaten, kecamatan," ujarnya.

Musa juga mengingatkan agar pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada satu periode pemerintahan. Menurutnya, setiap program strategis harus dirancang dengan perspektif jangka panjang sehingga tetap dapat dilanjutkan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan nasional.

"Melihat ini ke depan harusnya kita akan menjadi lebih baik dengan konsistennya rencana pembangunan, komitmennya pemerintah, dan juga pembangunan jangka panjang ini harus berkesinambungan," kata Musa.

Ia menekankan pentingnya menjadikan pembangunan sebagai agenda bersama lintas pemerintahan. Dengan demikian, program strategis yang telah direncanakan dapat terus berjalan dan tidak terhenti ketika terjadi pergantian presiden.

"Tidak bisa hanya berhenti pada saat presiden yang berkeinginan, tapi berkesinambungan siapapun nanti dan jangka panjang ke depan sampai 20-30 tahun lagi ke depan ada rencana pembangunan yang akan harus diselesaikan," tegasnya.

Dukung Pembangunan Giant Sea Wall

Musa juga menyambut positif rencana pembangunan Giant Sea Wall yang dinilainya memiliki nilai strategis dalam menghadapi ancaman abrasi serta melindungi kawasan pesisir utara Pulau Jawa.

Menurutnya, kawasan pesisir utara Jawa memiliki peran penting karena menjadi tempat tinggal masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi dan industri.

"Seperti tadi juga ada Giant Sea Wall, ini juga sangat baik untuk terjadinya abrasi di pesisir pantai utara Pulau Jawa," ujarnya.

Ia menilai persiapan pembangunan Giant Sea Wall perlu dilakukan sejak dini mengingat kawasan pesisir utara Jawa memiliki berbagai sumber penghidupan masyarakat serta menjadi lokasi sejumlah kawasan industri.

"Di sana juga yang sumber kehidupan masyarakat, banyak juga sumber pabrik-pabrik industri, ini juga harus direncanakan dari sekarang," pungkas Musa.

Share: