Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sumedang, (20/8). Foto: dpr.go.id
Atalia Praratya: MAN IC Sumedang Wujud Kehadiran Negara dalam Pendidikan Berkualitas
Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya memberikan apresiasi terhadap perkembangan pembangunan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sumedang, Jawa Barat. Kehadiran madrasah unggulan tersebut dinilainya menjadi bukti peran negara melalui Kementerian Agama dalam menghadirkan akses pendidikan berkualitas yang juga berorientasi pada pembentukan karakter dan akhlak generasi muda.
Apresiasi tersebut disampaikan Atalia saat mengikuti kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke MAN IC Sumedang, Jawa Barat, Kamis (20/8/26). Menurutnya, pembangunan lembaga pendidikan unggulan seperti MAN IC menjadi langkah penting dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang.
“Atas nama negara, kita hadir melalui Kementerian Agama. Kita tahu bahwa hari ini, Masya Allah, berat bagi para orang tua dan guru bagaimana menghadapi anak-anak zaman sekarang. Tetapi kita tentu berharap mereka tetap bisa menjadi anak-anak yang berakhlakul karimah,” ujar Atalia kepada wartawan.
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menilai MAN IC memiliki posisi strategis karena tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter dan akhlak.
Ia pun menyambut positif perkembangan MAN IC yang kini telah hadir di berbagai wilayah Indonesia. Di Jawa Barat, MAN IC Sumedang menjadi bagian dari pengembangan madrasah unggulan tersebut.
“Saya mengapresiasi bahwa sudah ada 25 MAN IC di seluruh Indonesia. Untuk perintisan di Jawa Barat, yang saat ini hadir adalah MAN IC Sumedang. Selamat kepada Sumedang yang telah terpilih,” jelasnya.
Selain itu, Atalia turut mengapresiasi progres pembangunan fasilitas MAN IC Sumedang yang disebut telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen. Dengan perkembangan tersebut, ia berharap proses pembangunan dapat segera dirampungkan agar sekolah bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan.
“Kita berharap yang pertama tentu percepatan, bagaimana agar sekolah ini bisa segera digunakan dengan baik. Tadi progresnya cukup baik, sekitar 80 sampai 90 persen. Artinya, dalam hitungan bulan mudah-mudahan bisa selesai,” tuturnya.
Di samping percepatan penyelesaian pembangunan, Atalia juga menekankan perlunya perhatian terhadap masyarakat di sekitar lokasi sekolah. Ia mendorong adanya kebijakan kuota afirmasi bagi masyarakat lokal, terutama bagi putra-putri asal Kabupaten Sumedang, agar mereka turut memperoleh kesempatan mengakses pendidikan berkualitas.
“Kita berharap untuk berikutnya, kita harus mendorong terkait dengan kuota afirmasi, khusus untuk kuota lokal bagi keluarga Sumedang sendiri,” lanjutnya.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I itu juga menyoroti pentingnya kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi mengenai keberadaan MAN IC Sumedang. Ia mengaku belum menemukan informasi lokasi sekolah tersebut secara lengkap saat melakukan pencarian melalui layanan peta digital.
Atalia berharap informasi mengenai lokasi MAN IC Sumedang dapat segera diperbarui setelah fasilitas pendidikan tersebut siap digunakan. Menurutnya, ketersediaan informasi digital yang lengkap akan memudahkan masyarakat sekaligus membantu memperkenalkan keberadaan sekolah kepada publik.
“Tadi saya mencoba mencari di Maps, belum ditemukan. Hanya ditemukan desanya saja. Mungkin jika sudah siap digunakan bisa segera di-update agar memudahkan seluruh masyarakat,” pungkas Atalia.
