Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar
Doni Akbar Minta PT Pos Indonesia Maksimalkan Jaringan Nasional untuk Bangun Ekosistem Logistik Digital
Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar, menilai PT Pos Indonesia perlu mempercepat transformasi digital dan integrasi layanan agar tetap kompetitif di tengah persaingan industri logistik yang semakin ketat. Menurutnya, perusahaan harus memperkuat bisnis logistik dan marketplace sebagai fokus utama pengembangan usaha.
Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan jaringan serta aset nasional yang selama ini masih terfragmentasi agar dikelola dalam satu sistem manajerial yang lebih efektif dan efisien.
“Keberhasilan PT Pos Indonesia di masa depan sangat bergantung pada strategi dan kemampuan tata kelola dalam mengonversi jaringan fisik yang masif menjadi ekosistem logistik digital yang mampu bersaing secara head-to-head dengan bisnis swasta yang semakin beragam. PT Pos Indonesia memiliki keunggulan berupa sarana dan prasarana yang nyaris tidak dimiliki oleh usaha swasta lainnya,” ujar Doni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Kamis, (25/6/26).
Doni menegaskan, PT Pos Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan rekam jejak panjang maupun keunggulan infrastruktur yang dimiliki. Menurutnya, perusahaan membutuhkan terobosan besar dalam tata kelola agar agenda transformasi digital benar-benar berjalan efektif, bukan sekadar menjadi slogan.
Ia menambahkan, roadmap transformasi harus diwujudkan dalam langkah nyata yang mampu menekan biaya logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan menghadapi pelaku logistik swasta.
“Efektivitas PT Pos Indonesia dapat diukur dari dua indikator utama, yakni seberapa cepat ia mampu mengonsolidasi layanannya untuk masyarakat, dan seberapa tangguh ia berdiri sebagai korporasi mandiri di tengah pasar yang tidak mengenal belas kasihan pada BUMN yang lambat bertransformasi,” katanya.
Karena itu, Doni mendorong PT Pos Indonesia untuk mempertegas fokus pada bisnis inti di sektor logistik sebagai penggerak utama pertumbuhan perusahaan. Upaya tersebut perlu didukung melalui penguatan kapasitas operasional, integrasi teknologi digital, modernisasi infrastruktur, serta peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Selain itu, ia menilai PT Pos Indonesia harus memperluas kemitraan strategis dengan sektor swasta dan memperkuat sinergi antarbadan usaha milik negara. Menurutnya, kolaborasi dengan BUMN maupun pemerintah menjadi faktor penting agar perusahaan mampu menghadapi persaingan yang semakin mengedepankan efisiensi dan inovasi.
“Dengan jaringan layanan yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia, PT Pos Indonesia menjadi salah satu aset strategis negara dalam memastikan kehadiran layanan publik hingga ke pelosok negeri khususnya dalam bidang penyelenggaraan layanan pos nasional, dan distribusi logistik,” tambahnya.
Melalui peran tersebut, Doni berharap PT Pos Indonesia dapat terus menjadi instrumen negara dalam mendukung pemerataan pembangunan, memperkuat konektivitas nasional, serta meningkatkan daya saing sektor logistik Indonesia. Meski demikian, ia mengingatkan agar penugasan dari pemerintah tidak justru menjadi beban yang menghambat kinerja dan pengembangan bisnis perusahaan.
