Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan berkas tanggapan pemerintah kepada Wakil Ketua DPR Sari Yuliati dalam Rapat Paripurna ke-25 DPR Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, (14/7).
Pakar dan Menkeu Purbaya Nilai Diplomasi Sari Yuliati di AS Berkontribusi Jaga Rating Kredit Indonesia
Jakarta – Pakar kebijakan publik Trubus Rahardiansyah memberikan apresiasi atas langkah Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati bersama delegasi Komisi XI DPR RI dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian penting dari diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperkuat kepercayaan investor global dan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (SNP) terhadap kondisi ekonomi nasional.
Trubus menilai, kehadiran delegasi DPR RI berhasil menunjukkan bahwa hubungan antara pemerintah dan parlemen berjalan harmonis dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
"Saya kagum atas keuletan Ibu Sari Yuliati dan rombongan DPR yang mampu menjelaskan secara komprehensif bahwa sinergi antara pemerintah dan parlemen berjalan baik. Mereka berhasil meyakinkan pihak SNP bahwa kebijakan fiskal Indonesia konsisten, prudent, dan berpihak pada rakyat," ujar Trubus, Rabu (15/7/26).
Ia menilai hasil diplomasi tersebut membawa sejumlah dampak strategis bagi Indonesia. Di antaranya adalah meningkatnya kepercayaan internasional terhadap stabilitas ekonomi nasional, menguatnya posisi fiskal Indonesia di mata lembaga global, serta terciptanya sentimen positif bagi nilai tukar rupiah dan pasar modal domestik.
Menurut Trubus, keberhasilan tersebut juga membuktikan bahwa diplomasi parlemen mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendukung kredibilitas kebijakan pemerintah di tingkat internasional.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kunjungan delegasi DPR RI bersama pemerintah ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu memberikan dampak positif terhadap persepsi investor dan lembaga pemeringkat.
"Jadi, beberapa bulan lalu, bulan April ya, Ibu ya, kami dengan anggota DPR, Ibu Sari, datang ke sana, Pak Misbakun, Pak Hekal, ketemu investor dan SNP, dan menggambarkan bahwa di Indonesia nggak sama dengan negara lain”, kata Purbaya
“Kita, parlemen, DPR, dengan pemerintah adalah satu kesatuan yang baik, sehingga mereka bisa melihat bahwa kebijakan kita adalah kebijakan yang utuh dan betul-betul bertujuan untuk memakmurkan rakyat tanpa melanggar undang-undang yang ada yang sudah dibuat oleh parlemen." imbuhnya.
Dalam rapat paripurna DPR RI, Purbaya menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan DPR menjadi salah satu faktor penting yang membangun kepercayaan pasar internasional.
"Keberadaan DPR yang dipimpin bu sari di forum internasional mencerminkan sikap pemerintah Indonesia yang kolaboratif. Sinergitas ini memberi harapan baru bagi masa depan Indonesia sebagai negara berdaulat dengan ketahanan ekonomi, energi, dan pangan," ujar Purbaya.
Menurutnya, kolaborasi yang erat antara pemerintah dan parlemen turut berkontribusi pada keputusan Standard & Poor’s (SNP) untuk mempertahankan peringkat kredit Republik Indonesia pada level BBB/A2 dengan outlook stabil.
Dalam berbagai pertemuan dengan investor dan pihak SNP, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati bersama anggota Komisi XI DPR RI, Misbakhun dan Hekal, juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki model kolaborasi antara pemerintah dan parlemen yang menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga konsistensi kebijakan nasional.
“Kebijakan fiskal kita utuh, konsisten, dan bertujuan untuk memakmurkan rakyat sesuai konstitusi,” ujar Purbaya.
Purbaya menilai keputusan SNP mempertahankan peringkat Indonesia bukan sekadar mempertahankan angka dalam penilaian kredit, tetapi juga menjadi cerminan atas solidnya sinergi antara pemerintah dan DPR RI dalam menjalankan kebijakan fiskal yang prudent, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Kondisi tersebut dinilai turut memulihkan sentimen pasar serta memberikan dorongan positif terhadap pergerakan rupiah dan pasar modal.
Ia menambahkan, sejak awal tahun Indonesia sempat menghadapi berbagai sentimen negatif terkait potensi penurunan peringkat kredit. Namun, keputusan SNP mempertahankan rating Indonesia menunjukkan bahwa pengelolaan fiskal nasional tetap memperoleh kepercayaan dari komunitas internasional.
Ke depan, pemerintah bersama DPR RI berkomitmen memperkuat narasi Indonesia Emas melalui pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel. Dukungan politik dari Komisi XI dan Badan Anggaran DPR RI dipandang menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.
“Kita harus lebih berani menyampaikan sentimen positif kepada masyarakat dan pasar. Indonesia tidak lagi cemas, melainkan menuju Indonesia emas,” tegas Purbaya.
Momentum positif dari keputusan SNP tersebut diharapkan menjadi landasan bagi Indonesia untuk terus memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan kepercayaan investor, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Pemerintah dan DPR RI juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan amanat konstitusi demi tercapainya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.
