Misbakhun Dorong Pimpinan Baru BI Perkuat Peran Bank Sentral dalam Pertumbuhan Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI XI
Misbakhun Dorong Pimpinan Baru BI Perkuat Peran Bank Sentral dalam Pertumbuhan Ekonomi Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan,(1/9). Foto: dpr.go.id

Misbakhun Dorong Pimpinan Baru BI Perkuat Peran Bank Sentral dalam Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun berharap pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) dapat menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi bank sentral terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Misbakhun, pimpinan baru BI memiliki tantangan untuk memastikan berbagai kebijakan yang diambil tidak hanya menjaga stabilitas perekonomian, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Misbakhun dalam Rapat Paripurna DPR ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Rapat tersebut membahas Laporan Komisi XI DPR RI atas hasil uji kelayakan (fit and proper test) calon Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur BI.

Misbakhun menilai, komitmen untuk memperkuat peran BI dalam perekonomian nasional harus diwujudkan melalui kebijakan yang memiliki landasan aturan serta mekanisme pelaksanaan yang jelas. Dengan demikian, setiap kebijakan bank sentral dapat diterapkan secara konsisten dan memberikan kepastian bagi para pelaku ekonomi.

“Komitmen ini harus dibuktikan melalui implementasi aturan yang jelas serta panduan operasional kebijakan Bank Indonesia,” ucap Misbakhun.

Politisi Partai Golkar tersebut menilai BI memiliki posisi penting dalam merespons berbagai perubahan dan tantangan ekonomi nasional. Karena itu, kebijakan moneter maupun instrumen lain yang berada dalam kewenangan BI perlu diarahkan untuk ikut menciptakan kondisi yang mendukung kegiatan ekonomi produktif.

Selain menjaga stabilitas, kebijakan bank sentral juga diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan sektor-sektor produktif. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Misbakhun menegaskan, persetujuan DPR terhadap calon pimpinan BI tidak semata-mata berkaitan dengan proses pergantian pejabat di tubuh bank sentral. Lebih dari itu, proses tersebut harus menjadi titik awal bagi peningkatan kontribusi BI dalam memperkuat perekonomian nasional.

Karena itu, ia berharap jajaran pimpinan BI yang baru mampu menghadirkan kebijakan yang fokus, terarah, dan dapat diukur. Kebijakan tersebut harus memiliki implementasi yang jelas sehingga manfaatnya tidak berhenti pada tataran regulasi, tetapi dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Menurutnya, tantangan perekonomian yang terus berkembang membutuhkan respons kebijakan yang adaptif sekaligus terukur. BI juga perlu memastikan kebijakan yang diterbitkan dapat dipahami dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh pihak yang berkepentingan.

Misbakhun kemudian mengingatkan bahwa penguatan peran bank sentral dalam mendukung perekonomian nasional telah menjadi bagian dari arah perubahan regulasi sektor keuangan.

Oleh sebab itu, mandat tersebut perlu diterjemahkan melalui kebijakan konkret yang tidak hanya kuat secara regulasi, tetapi juga efektif dalam pelaksanaannya.

Ia berharap kepemimpinan baru BI mampu menjadikan momentum pergantian tersebut sebagai kesempatan untuk semakin memperkuat sinergi antara stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, keberadaan BI diharapkan semakin memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Share: